ID

Patch & language

Champion 7.3.3 · id_ID

Ashe

The Frost Archer

MarksmanSupport Resource: Mana
Serangan 7
Pertahanan 3
Sihir 2
Kesulitan 4

Kemampuan

P · Q · W · E · R
P

Frost Shot

Pasif
Serangan Ashe memperlambat target, menghasilkan tambahan Damage pada target tersebut.

Serangan critical Ashe tidak memberikan bonus damage namun memberikan durasi perlambatan yang lebih lama pada target.

Ability videos show the latest version of the spells; they may differ on older patches.

Skin

8

Lore

Lewat setiap panah yang ditembakkan dari busur es yang dimilikinya, Ashe menunjukkan kemampuannya sebagai pemanah yang handal. Dia memilih setiap targetnya secara hati - hati, menunggu waktu yang tepat, dan menyerang dengan kekuatan dan ketepatan. Dengan inilah juga dia mengejar mimpinya untuk mempersatukan suku - suku di Freljord dan memimpin mereka menjadi suatu negeri yang perkasa.

Saat masih muda sekalipun, Ashe selalu mempunyai mimpi yang besar. Ditakjubkan oleh benteng - benteng tua berukuran raksasa yang ditinggalkan oleh pendahulunya, Ashe menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mendengarkan cerita - cerita tentang Champion ternama dari Freljord. Dari semua cerita tersebut, Avarosa merupakan kesukaannya, Ratu paling ternama yang pernah memimpin Freljord pada masa jayanya. Walaupun ibunya selalu menegur mimpinya yang dirasa mustahil, Ashe bersumpah bahwa pada suatu hari dia akan menggabungkan suku - suku yang tersebar dan saling bermusuhan ini. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia tahu bahwa jika semua orang di Freljord bergabung berdiri bersama sekali lagi, mereka akan mencapai kejayaan lagi.

Akan tetapi, saat Ashe masih berusia 15 tahun, ibunya terbunuh dalam sebuah serangan oleh suku lain. Diperhadapkan pada posisi sebagai kepala suku, Ashe mengambil keputusan yang sulit untuk mengejar mimpi masa mudanya ketimbang mencari balas dendam yang diinginkannya. Dia terus menerus menolak permintaan sukunya untuk mencari ganti rugi, menyatakan bahwa sudah tiba waktunya untuk mengesampingkan permusuhan dan mulai mencari perdamaian yang abadi. Sebagian dari pejuang sukunya tidak senang dengan pilihan Ashe, dan dengan segera rencana jahat untuk mengincar nyawa pemimpin muda ini bermunculan.

Pembunuh - pembunuh itu menyerang Ashe saat dia sedang pergi berburu, tetapi rencana mereka digagalkan oleh peringatan dari seekor elang. Ashe melihat bagaimana anggota sukunya sendiri mendekat dengan pedang terangkat. Kalah jumlah dan kebingungan, Ashe berlari selama berjam - jam. Pada akhirnya, dia menemukan dirinya pada sebuah daerah tak bertuan, kehilangan senjatanya juga dalam kebingungan itu. Saat semua terlihat gelap, dia mendengar pekikan lain dari elang tersebut, Ashe menaruh keyakinan pada mahluk itu dan mengikutinya untuk mencapai dataran luas. Di sana dia menemukan elang tersebut hinggap di atas tumpukan batu - sebuah kuburan kuno Freljord. Setelah memberikan pandangan terakhir pada Ashe, elang tersebut terbang pergi meninggalkannya. Mendekati kuburan tersebut, Ashe merasakan nafasnya berubah menjadi dingin dan sebuah sensasi dingin menusuk ke tulang - tulangnya. Terlihat olehnya batu teratas ditandai dengan sebuah tanda: Avarosa.

Di saat sedang mengagumi tanda tersebut. Ashe mengangkat batu tersebut dalam usaha untuk melindungi dirinya sendiri, dan pada saat itu juga dia melihat senjata yang telah tersimpan selama berabad - abad: sebuah busur yang diukir dari es. Dia mengambil busur tersebut, berteriak kesakitan saat embun beku membentuk di jari - jarinya, dan mengangkat busur tersebut dari tempat peristirahatannya. Rasa dingin mengalir dari senjata tersebut ke dalam Ashe, membangunkan kekuatan besar yang bersembunyi dalam dirinya.

Ashe berpaling untuk menghadapi pembunuh - pembunuh yang mengejarnya. Dia menarik busur panahnya, dan dengan nalurinya, menciptakan sebuah panah es dari udara di sekelilingnya. Hanya dengan satu tembakan panah, dia mengakhiri pemberontakan atas dirinya. Dengan hati - hati Ashe mengganti batu tersebut, mengucapkan terima kasih pada Avarosa untuk hadiah yang diberikannya, dan pulang kembali ke sukunya. Anggota dari suku Ashe dengan segera mengenali senjata tersebut sebagai berkah yang diberikan oleh Ratu Freljord, Avarosa itu sendiri.

Dengan busur di tangannya dan mimpinya untuk kedamaian di seluruh Freljord, suku Ashe berkembang dengan pesat, dengan segera menjadi yang terbesar di Freljord. Suku yang dikenal sebagai Avarosan ini, berdiri bersama untuk mengejar tujuan yang sama, Freljord yang bersatu untuk mencapai kejayaan masa lalu sekali lagi.

''Satu suku, satu bangsa, satu Freljord.''
-- Ashe

Tips

Saat memainkan

  • Berusahalah untuk menembakkan Enchanted Crystal Arrow ke arah gerakan lawan agar lebih mudah mengenainya.
  • Panah Volley dimentahkan oleh musuh pertama yang terkena, jadi jaga jarak untuk menghindari serangan yang sia-sia pada Tank musuh.
  • Hawkshot menampakkan unit di dalam semak. Jika pertarungan tim terjadi di hutan, ini dapat memberimu keunggulan.

Saat melawan

  • Ashe mempunyai pilihan bertahan yang sangat sedikit, dan rentan menjadi sasaran gank.
  • Berhati-hatilah saat bergerak di sekitar map seorang diri jika Ashe belum menggunakan Enchanted Crystal Arrow.